KomOnDuYa | Daftar Bergabung

Rabu, 10 Juni 2009

Pos Kota Situsnya Mengandung Trojan


Sekedar info saja, saran bagi semua komputer untuk melengkapi diri dengan sistem keamanan, baik itu firewall atau antivirus dan spyware yang bagus. Jika tidak seperti yang dialami oleh aku saat membuka situs Pos Kota untuk mencari dan membandingkan berita tentang Jovita Sudjito, "Bos Pijat Panggilan" yang tewas akibar dibunuh.


Klik Foto untuk melihat jelas

Selain terinfeksi oleh trojan alias virus, portal berita ini juga kurang ok, karena ketika dibuka menggunakan browser  Google Chrome yaitu browser paling sulit dibobol oleh hacker antara latar (background) dengan warna huruf atau fontnya  hampir sama alias hitam semua, jadi butuh disorot untuk melihatnya. Sayang apabila situs ini tidak dibetulin, karena isinya juga takkala menarik.

Karena banyak orang terkena infeksi virus maka buat Pos Kota maaf aku copy paste nich agar orang-orang bisa menikmati beritanya namun komputernya gak sampai masuk "rumah sakit" akibat terinfeksi situs pos kota.

Korban berencana memecat salahsatu anakbuahnya

Juni 10, 2009 - 2:13 
Kategori Headline

TANJUNG DUREN (Pos Kota) - Penghuni Apartemen Meditrania Tower A di Jalan Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat, geger. Di kamar lantai 18 E, wanita muda yang dikenal sebagai Mami cewek panggilan, ditemukan tewas mengerikan, Selasa (9/6) siang. Ia dibunuh di ranjang dengan 15 luka tusukan senjata tajam.

Jasad Jovita Sudjita, 29, ditemukan dalam posisi telentang. Luka tusuk ada di paha, dada, tangan, dan kaki. Sedangkan luka mematikan di perut korban hingga ususnya terburai. Tubuh wanita yang mengenakan celana pendek coklat dan baju pendek coklat muda itu bersimbah darah.

Tewasnya Jovita diketahuinya setelah ibu kandung korban, Ny. Yo Suk Moy, 52 curiga. Ia penasaran karena upayanya menelepon putrinya berulang kali tak mendapat sahutan. Dua nomor HP anak keduanya itu tak aktif.

Naluri keibuan membawanya menghubungi Eka, anak buah korban yang bekerja sebagai pemijat panggilan. Namun, Eka mengaku kamar Jovita tertutup dan ia tak berani masuk kamar sang Mami.

Nyonya Yo Suk Moy, ibu empat anak itu keluar dari kamarnya di lamtai 10 apartemen yang sama. Ditemani Urip Sunarto, 55, suami yang juga ayah Jovita, mereka menuju kamar sang anak. Sampai di depan kamar anaknya, kedua orangtua itu kaget karena pintu tak terkunci. Memasuki kamar itu, keduanya memanggil-manggil Jovita namun tak ada sahutan. Kedunya sempat mengira anaknya sedang mandi.

Tak lama, mereka mencarinya ke kamar tidur. Tanpa curiga didekatinya Jovita yang ditemukan berselimut. Namun, sesaat kemudian keduanya kaget melihat anaknya dalam keadaan mengerikan. Pasangan suami istri itu pun spontan menjerit histeris, mengegerkan penghuni apartemen lainnya.

 Polisi yang dihubungi tak lama tiba di kamar bertarif Rp 4,8 juta sebulan itu.


BERENCANA PECAT ANAK BUAH


Menurut Ny. Yo Suk Moy, anaknya itu baru dua minggu tinggal di tempat tersebut. Sehari-hari, ia bekerja sebagai bos wanita pemijat panggilan yang konsumennya berasal dari penghuni apartemen ke apartemen lainnya. Di kalangan anak asuhnya, Jovita lebih sering dipanggil Mami (sebutan untuk wanita yang mengkoordinir cewek panggilan, red).

Di kamar itu, korban tinggal bersama lima anak buahnya. “Ia sedang berencana membeli kamar di lantai lain tetapi ia keburu meninggal. Pembunuhan ini sadis sekali,” ujar Ny. Yo Suk Moy. Kepada polisi, ibu korban mengatakan, beberapa hari lalu Jovita menyampaikan akan memecat salah satu dari enam anak buahnya. “Tapi ia takut karena suami anak buahnya itu preman,” ungkapnya.

Aparat Polsek Tanjung Duren dan Polres Metro Jakbar yang memeriksa kamar itu menemukan uang sekitar Rp 5 juta, jam tangan dan dua HP di kamar korban. Sebilah pisau dengan bercak darah yang diduga dipakai pelaku menghabisi Jovita ditemukan di plafon kamar mandi.

Melihat kondisi jenazah, polisi menyimpulkan korban melawan saat akan dihabisi pelaku. Perlawanan ini terlihat dari banyaknya luka di tangan korban yang mengindikasikan upaya wanita itu menangkis serangan senjata tajam.

Selain itu, polisi juga tak menemukan seorangpun anak buah korban. Padahal sehari-hari sang bos tinggal bersama anak buahnya. Kasat Reskrim Polres Jakbar, Kompol Suyudi Ario Seto SH, SIK, didampingi Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Joni Iskandar SIK, yang ditemui di tempat kejadian mengatakan hasil pemeriksaan sementara tak ada harta korban yang hilang. “Diperkirakan pembunuhan ini berlatar belakang dendam,” katanya. (warto/yp/r)



Akses, Buka dan Ikuti Blogku Ini Lewat HP Anda di mana dan kapan saja dengan buka http://koerwin.co.cc atau www.koerwin.co.cc atau koerwin.co.cc , selalu Uptodate

Pulsa HP Paling Murah, Daftar Gratis, Diagenkan, Pakai SMS dan YM, Kapanpun, Dimanapun

KALAU MAMPIR BERI KOMENTAR YA.. THANK'S BANGET

Jangan Lupa KOMENTAR - nya ya... , SILAHKAN KE BAWAH Untuk Mengisinya :)

Isi Pos Yang Berhubungan



Menarik? Jangan Lupa Beritau Teman Anda :) Bookmark and Share

Daftar Blog Saya

Dimana Aku Sekarang ?

Pengikut

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Kembali Ke Atas